BAMBANGLIPURO — Suasana SMA Negeri 1 Bambanglipuro pada Jumat (11/9/2026) mendadak riuh dan penuh semangat. Pasalnya, SMA N 1 Bambanglipuro menggelar peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 yang tak biasa. Meski sempat tertunda dua hari dari tanggal aslinya (9 September) akibat agenda try out, kemeriahan acara justru meluap sejak pagi hari.
Rangkaian acara diawali dengan senam bersama di lapangan utama SMA N 1 Bambanglipuro. Seluruh warga sekolah mulai dari siswa, guru, hingga staf karyawan tampak larut dalam gerakan energik. Keseruan makin berlanjut saat rombongan jalan sehat diberangkatkan, seluruh peserta antusias menyusuri sepanjang rute jalan sehat. Acara makin meriah dengan diselingi panggung hiburan serta stand jajanan dari berbagai organisasi SMA N 1 Bambanglipuro. Acara ditutup dengan momen yang paling dinanti yaitu pembagian doorprize.
Di balik suksesnya acara, ada kerja keras jajaran OSIS SMAN 1 Bambanglipuro bersama seluruh organisasi bawahannya seperti Dewan Tonti, Dewan Ambalan, PMR, hingga Rohis. Pembina OSIS sekaligus Wakasek Bidang Kesiswaan, Pargiyatno, SPd. Jas., M.Pd. mengapresiasi tinggi sportivitas dan semangat kebersamaan para siswa. Baginya, tingkat partisipasi kali ini benar-benar di luar ekspektasi mengingat masa persiapannya yang tergolong serba kilat.
“Kegiatan ini direncakan hanya dalam beberapa hari, tapi alhamdulillah meriah sekali. Bisa kita lihat dari partisipasi peserta dan support doorprize-nya yang luar biasa,” ujar Pak Pargiyatno penuh bangga.
Salah satu daya tarik terbesar yang membakar semangat para peserta hari itu adalah deretan hadiah yang disiapkan. Tak cuma sepeda dan hadiah barang hiburan lain hasil partisipasi swadaya tiap kelas serta bapak/ibu guru, panitia menyuguhkan doorprize utama yang sangat unik: dua ekor domba! Usut punya usut, satu ekor domba tersebut merupakan sumbangan pribadi dari Pak Pargyatno, sementara satu ekor lainnya datang dari dukungan Angkringan Surprise Lavamila.
Ketua OSIS SMAN 1 Bambanglipuro, Andre, yang pada gelaran tersebut ikut turun tangan mengamankan jalur sebagai penjaga pos, membeberkan dinamika di balik layar. Persiapan tergolong nekat karena waktu koordinasi efektif dari pihak sekolah hanya tersisa satu minggu.
“Kalau di internal organisasi pasti ada evaluasi, entah itu misscom atau hal lain. Tapi secara eksternal, acara ini terbukti sukses dan ter-deliver dengan sangat baik ke audience,” tutur Andre.
Andre berharap untuk agenda-agenda besar mendatang, rentang waktu koordinasi bersama pihak sekolah bisa dipersiapkan lebih awal agar eksekusi di lapangan semakin maksimal.
Reporter: Pramudia Titah Sasmita
Fotografer/Liaison: Ainun Nezza Ramadhani
(Tim Jurnalis Muda Bamsayota)


